Berita Lain

Indeks Berita

Minggu, 07/11/2004 00:02 WIB
Joy: Saya Khilaf Ketika Tanda Tangan Kontrak
Puteri Fatia - detikhot

Jakarta Menanggapi pemberitaan simpang siur tentang dirinya, Joy Tobing menggelar jumpa pers, Sabtu (6/11/2004). Bicara soal kontrak, ia mengaku terburu-buru dan khilaf saat menandatanganinya.

"Kontrak selalu diberikan di last minutes. Kontrak IP diberikan ketika saya sedang bersiap naik panggung. Ketika itu saya hanya berkonsentrasi penuh pada penampilan saya. Ketergesaan itu mengakibatkan kekhilafan pada diri saya," ujar Joy Destiny Tobing, jawara Indonesian Idol di New York Cafe, Kompleks Taman Ria Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11/2004) malam.

Di awal jumpa pers, Joy sempat membacakan pernyataan singkat tentang permasalahan yang menimpanya. Dalam pernyataan yang ditulis tangan tersebut, Joy menegaskan bahwa masalahnya kini hanya pada IP dan BMG, bukan dengan RCTI dan Fremantle.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Joy untuk mengklarifikasi berita-berita yang beredar. Sekali lagi ia menegaskan, dirinya tidak pernah berkata ingin keluar dari Indonesian Idol. Ia hanya ingin ada revisi kontrak dengan IP dan BMG.

Revisi yang diinginkan Joy, garis besarnya adalah dirinya ingin diperlakukan sebagai mitra dengan IP, bukan sebagai pegawai. Selain itu, ia juga meminta adanya manajemen dari pihak keluarga dalam karirnya.

"Saya nggak ingin jadi anak durhaka. Dari dulu keluarga yang mengurus karir saya. Hanya keluarga yang tahu saya dan saya percaya. Saya juga ingin IP memperlakukan saya sebagai mitra, bukan pegawai yang bisa disuruh-suruh tanpa kompromi," imbuh kakak dari Jelita "AFI" itu.

"Kita hanya ingin Joy Production dan Joy Record sebagai orang yang perlu hidup jangan dilumpuhkan," sambung pengacara Joy, Alfred Simanjutak.

Selain karena berbagai pemberitaan tentang dirinya, Joy juga diresahkan oleh sebuah surat kaleng yang diposkan ke rumahnya. Surat tersebut mengatakan, karirnya tidak akan selamat jika berhadapan dengan perusahaan besar. Surat tersebut juga meminta Joy tidak lupa diri, karena sebelum Indonesian Idol tidak ada yang mengenal namanya. "Saya sungguh tidak tahu dan tidak punya sangkaan siapa yang mengirimnya," tuturnya.

Tentang ajang World Idol, Joy juga mengungkapkan pendapatnya. Ia menegaskan niatnya mengikuti acara tersebut semata-mata karena penggemar dan tanggung jawab sebagai pemenang, bukan karena sebab lainnya. Kembali ke hubungannya dengan IP, Joy juga keberatan dengan sikap IP yang kurang komunikatif. Ia mencontohkan, ketika diberi jadwal, dirinya tidak diberitahu seberapa jauh keterlibatannya dalam acara tersebut dan berapa honor yang diterimanya.

"Saya juga meminta transparansi berapa dana yang saya dapat. Seberapa jauh keterlibatan saya dan berapa nominal yang saya dapat," ungkap perempuan berambut merah itu.

Dalam pernyataannya, Joy membenarkan jika dirinya pernah diberi wish list oleh IP. Pemberian wish list itu untuk mengetahui kondisi seperti apa yang diinginkannya. Namun, Joy mengakui belum mengisi wish list itu sehingga beredar kabar dirinya kurang komunikatif. "Memang benar saya diberi wish list. Tapi saya memang tidak mau isi itu sampai kontrak saya direvisi," jelas Joy

Rencananya, Joy dan keluarga akan bertemu dengan pihak Fremantle untuk bermusyawarah, Senin (8/11/2004). Namun, ia mengaku belum mengetahui apa saja yang akan dibicarakan nanti.

Jika pihak IP tidak mengabulkan revisi kontrak yang diminta, apa yang akan dilakukan? "Saya belum berani berbicara terlalu jauh. Tapi saya dan pengacara akan berjuang dan berusaha supaya masalah ini selesai dan ada win-win solution," ujar Joy sambil berlalu.(rif/)

Baca juga :

The HOTtest mailinglist in town. Entertainment, lifestyle, and Love Sex Life article. You named it we got it! Join now, detikhot-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di iklan[at]detikhot.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).